Resume Pelatihan Belajar Menulis Gel.27 PGRI


Resume : ke-16
Gelombang : ke-27
Hari/tanggal : Senin, 26 September 2022
Tema : Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis
Narasumber : Yulius Roma Patandean, S. Pd, M. Pd
Moderator : Sim Chung Wei, S. Pd


Tidak terasa materi menulis BM 27 sudah memasuki materi ke-16. Sejak mengikuti pelatihan menulis ini sudah diingatkan oleh para Narasumber dan juga Tim Solid bahwa peserta hanya wajib membuat 20 resume dari 30 materi yang diberikan selama pelatihan. 

Bukan masalah angka 30 atau 20 nya, yang jadi kendala adalah rasa kemalasan diri untuk komitmen menulis. 

Satu lagi, jangan menumpuk pekerjaan yang membuat beban itu semakin bertambah berat. Kembali pada komitmen menulis, membuat skala prioritas juga penting dilakukan. 

Ayo, diri.. Tetap semangat selalu untuk menulis setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Semangat!! 

Materi ke-16 ini sangat berguna bagi para Penulis yang ingin menerbitkan buku karyanya apakah dalam bentuk Antologi atau karya Solo. 

Moderator pada pertemuan ke-16 ini sangat familier dan rajin menulis setiap harinya. Pak Sim Chung Wei, S. Pd lebih familier dipanggil koko Sim. 

Beliau pengajar di sebuah SPK Saint Peter School di daerah Jakarta Utara. Alumni kelas BM 26 asuhan Om Jay. 

Sedangkan narasumber dikesempatan pertemuan ke-16 ini juga salah seorang alumni BM 9. Beliau berasal dan tinggal di daerah Tana Toraja. Bapak Yulius Roma Patendean, S. Pd, M. Pd. 

Sudah banyak buku-buku yang ditulisnya baik buku Antologi dan karya Solo. Buku yang sudah beredar di Gramedia dan toko buku lainnya di seluruh Indonesia, diantaranya :
1. Guru Menulis Guru Berkarya (Penerbit : Eduvation, 2020).
2. Digital Transformation : Generasi Muda Indonesia Menghadapi Transformasi Dunia (Penerbit : Andi, 2020) 
3. Antologi Puisi Rona Korona dalam Duka dan Ria (Penerbit : Oase Pustaka, 2020) 
Dan masih banyak lagi buku-buku karya lainnya. 

Idola pak Yulius dalam menulis tak lain adalah Om Jay sebagai founder BM PGRI dan Prof. Eko. Dua tokoh ini yang mengantarkan pak Yulius menjadi Penulis hebat dan karya-karyanya bisa masuk di toko buku Gramedia. 

Saat ini sedang menggarap dua buah buku yang berjudul "Perjalanan Implementasi Kurikulum Merdeka". Buku yang ditulis dari pengalaman menjadi Instruktur Kurikulum Merdeka. 

Buku ke-2 yang sedang proses cetak Antologi Puisi Kemerdekaan. Buku yang dibuat para peserta lomba menulis puisi di momen peringatan HUT RI di sekolahnya tahun ini. 

Pak Yulius menjelaskan bagaimana cara mudah mengedit naskah buku. Pernah dengar istilah Mendeley? 

Mendeley menurut pak Yulius adalah sebuah perangkat software yang digunakan untuk menyimpan draft tulisan kita. Namun, bapak Yulius lebih senang menggunakan fasilitas MS. Word untuk menyimpan tulisan yang sedang dibuatnya. 

Materi yang disampaikannya Langkah Menyusun  Buku  Secara Sistematis, ada 10 langkah yang harus disiapkan :

1. Terdapat banyak cara yang efektif dalam mengedit dan menyusun naskah buku secara sistematis, salah satunya bisa menggunakan Mendeley. Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya bapak Yulius lebih senang dan jatuh hati dengan MS. Word daripada menggunakan Mendeley.

2. Mencari referensi, bantuan dalam penulisan buku, dengan meminta saran dari Penulis lainnya, membaca contoh tulisan Penulis lain yang telah behasil dan menulislah setiap hari. Lihat apa yang akan terjadi! 

3. Akan ada banyak percobaan dan kekeliruan serta kejenuhan akan menjadi salah satu sebab kemalasan untuk menyelesaikan tulisan yang sedang kita garap. 

4. Ketika menulis usahakan menulis dari keseharian kita apakah membahas tentang hobi, atau passion kita. Untuk memudahkan ide dalam menulis. 

5. Nah, bagaimana bapak Yulius menikmati menulis dan mengedit naskah?Beliau hanya menggunakan fasilitas murah meriah dari Microsoft Word.  Beliau pun membagikan tutorial menulis menggunakan MS. Word yang beliau unggah di youtube channelnya. 

6 Setelah kita menemukan gaya/cara mengedit naskah tulisan dan melakukannya beberapa kali, tentunya kita akan memiliki wawasan sendiri untuk terus dipraktekkan dan kalau perlu dibagikan kepada orang lain.

7. Sebuah buku yang bagus tidak akan pernah membuahkan hasil jika kita tidak memiliki ide buku yang bagus pula untuk memulainya.  Maka, keterampilan menyusun naskah buku  dari tulisan yang telah kita buat bisa menjadi satu buku memerlukan kemampuan mengumpulkan ide-ide tulisan. 

8. Ide bagus bisa datang dari mana saja. Dari kalimat di buku lain hingga percakapan yang kita dengar, atau yang kita alami dalam keseharian kita. 

9. Setiap penulis memiliki proses yang berbeda, dan proses tersebut akan berkembang dan berkembang terus ketika kita terus menulis. Jadi tetaplah menulis sebisanya dan lakukan rutin setiap hari. 

10. Mengedit naskah buku adalah salah satu sesi yang paling akan membosankan, memakan waktu, dan sering membuat frustrasi dalam proses penulisan. Melakukan proofreading adalah sebuah langkah sebelum mengunggah tulisan kita sebelum naik cetak. 

Nah, ternyata bapak Yulius senang melakukan edit naskah sebelum mengunggah tulisannya dan dilakukan dengan rasa menikmati kegiatan sambil mengerjakan tugas lainnya. 

Intinya, menulis dan mengedit itu selalu ada sebagai kendala dalam menulis. Bagaimana sikap kita menghadapi masalah ini tergantung mood  kita. 

Tetaplah menulis, lihatlah keajaibannya nanti suatu hari! 
Salam literasi.. 

By : Ade Suriyanie, S. Pd

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajarnya Pembelajar Berterusan

Resume ke-28 Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang ke-27

Resume ke-7 Pelatihan PGRI BM Gelombang ke-27